Jangan pernah main-main dengan semut! walaupun semut kelihatan kecil dan tidak berdaya, tapi hati-hati dengan senjata yang dimiliki oleh semut. Untuk menyerang dan bertahan semut memiliki tiga cara jitu yaitu:
- Menggigit dengan mandibulanya
- Menyemprotkan zat kimia beracun
- Menggunakan sengatnya
Sebagian besar semut mengkombinasikan elemen-elemen yang mereka miliki. Elemen mandibula dikombinasikan dengan Elemen air, maka jadilah tehnik menggigit dengan semprotan zat kimia beracun. Ketika elemen sengat dikombinasikan dengan elemen mandibula, maka jadilah tehnik yang sangat mematikan. Tehnik-tehnik ini telah mereka pelajari dan kuasai selama turun-temurun.
Menggigit dengan mandibulanya merupakan cara jitu yang dipakai oleh beberapa semut diantaranya oleh semut dari genus Formica.
Semut yang bersenjatakan zat kimia beracun atau lebil dikenal dengan asam format digunakan oleh semut Oecophylla atau karanggo dan Crematogaster. Oecophylla mengkombinasikan asam format dan gigitannya dalam menyerang dan mempertahankan diri. Asam format yang dihasilkan berbau busuk. Ketika semut ini menyemprotkan asam formatnya. Ada dua hal yang akan terjadi; pertama, alarm tanda bahaya bagi seluruh anggota koloninya dan kedua, sasaran atau target yang akan diserang oleh semut ini.
Tehnik bertahan dan menyerang yang paling mematikan dari semut adalah sengat. Sebagian besar semut juga mengkombinasikan sengat dengan gigitan mandibulanya. Semut yang memiliki senjata ini diantaranya dari genus Leptogenys dan Solenopsis. Khususnya pada genus solenopsis atau semut api memiliki zat beracun pada sengatnya yang disebut solenopsin. Zat ini akan menyebabkan pedih dan gatal-gatal dan bisa sangat berbahaya bagi manusia yang memiliki alergi kulit (Antboy).






Komentar Terakhir