Mencari Sang Pangeran Kodok

4 06 2010

“Jangan dikira kami keluar malam tanpa ada tujuan… Bawa senter atau headlamp, wara wiri di tempat berair en ngeker-ngeker di semak-semak sepanjang perairan tersebut!! Kami mencari sesuatu yang amat sangat berarti bagi kami…….. Kami mencari sang pangeran kodok…….”

Itulah sepenggalan kalimat yang, saya dan teman-teman lain (atau mungkin saya saja kali ya??) yang aktif di bagian herpetology di Museum Zoologi, selalu dengungkan di hati masing-masing saat akan berangkat menyusuri sungai, bandar atau kali – mencari hewan kecil, berkaki empat, berkulit licin atau kadang berkutil (kalau kurang beruntung), dan aktifnya di malam hari—AMPHIBIA aka ANURA.

Hewan yang kami cari ini memang aktifnya pada malam hari. Kondisi fisiologisnya yang homoioterm ini (hayooo, siapa yang belum tahu istilah ini??) memang lebih menguntungkannya untuk aktif pada saat suhu udara berada dalam kondisi minimum – malam hari atau saat hujan turun. Kulit yang basah mereka perlukan sebagai salah satu alat bantu mengambil oksigen dari udara bebas melalui proses difusi-osmosis (yang kuliah Biologi Umum-nya dapat C ke bawah pasti gak ngerti yang ini).

Apa menariknya mencari dan meneliti hewan yang dulunya dikabarkan merupakan seorang pangeran yang dikutuk karena tidak mau menerima cinta seorang nenek sihir jahat ini? (Saya kurang tau juga dengan dongeng ini, mana versi yang benarnya, Si Nenek Sihir yang “nembak” si Pangeran… Atau Pangeran yang gak mau ditembak sama si Nenek Sihir… Lha???). Yang jelas, keuntungan kita mempelajari dan meneliti kelompok hewan antara lain:

  1. Kelompok hewan ini (ingat lagi kulitnya yang lunak, tabiatnya yang suka keluar malam) bisa dijadikan sebagai indikator lingkungan. Pada habitat dengan kondisi yang morat-marit penuh limbah, maka tidak akan kita temui kelompok hewan ini… (Kecuali satu jenis, Fejervarya cancrivora—silakan intip bandar-bandar kotor yang ada di tengah kota Padang untuk mencarinya, kalau Anda lagi kurang kerjaan).
  2. Sebagai pembasmi serangga yang merugikan dan bersifat hama. Mungkin kalau bicara tentang basmi membasmi serangga, anda ingatnya Baygon, Hit, Soffel dan sejenisnya atau Roundope—bagi yang tinggal di kampung-kampung. Ternyata, si jelmaan Pangeran ini bisa digunakan untuk kepentingan tersebut. Semua jenis amphibia, terutama yang berasal dari bangsa Anura adalah pemakan serangga. Hal ini bisa digunakan untuk kepentingan manusia dalam mengurangi serangan hama yang berasal dari serangga. Contoh kasus yang paling menarik adalah introduksi Bufo marinus ke perkebunan tebu di Amerika Selatan yang diserang oleh kumbang penggerek batang tebu. Hanya dalam waktu singkat, populasi kumbang hama tersebut menurun drastis karena dimakan oleh sang kodok ini. Kita juga bisa mulai coba-coba memanfaatkan potensi si kodok ini. Memang belum ada penelitian yang pasti tentang kapasitas makan dari Bufo melanostictus (Kodok Buduk) yang biasa terdapat di kawasan perumahan manusia.. Tapi yang jelas, berbagai jenis nyamuk, kumbang, semut dan lain-lainnya adalah menu utama mereka. Dengan membiarkan mereka hidup di sekitar kita tanpa gangguan, berarti kita juga mengurangi resiko meningkatnya populasi nyamuk di tempat tinggal kita….
  3. Potensi lain yang bisa dikembangkan dari hewan ini adalah sebagai hewan peliharaan. Di kota-kota besar, sudah banyak pet shop yang menjual berbagai jenis katak dengan warna warni dan bentuk yang menarik. Sebagian ada yang di-impor dari luar negeri, karena mungkin trend pikiran orang, bahwa “yang berasal dari luar negeri selalu yang keren-keren”, kayaknya juga berlaku di sektor per-hewan-an. Banyak jenis, terutama yang berasal dari marga Rhacophorus atau Megophrys mempunyai bentuk yang menarik dengan warna warni yang ngejreng. Kalau gak percaya, liat aja gambar-gambar yang ada di artikel ini…

Nah, pertanyaannya sekarang: Bagaimana kalau saya sekarang juga tertarik untuk ikut mencari “Sang Pangeran” ini? Sapa tahu dalam versi dongeng terbaru, bukan Pangeran yang dikutuk jadi kodok, tapi seorang “Putri Cakep” (wuiih…. Ngareeepp)….

Oke…    Ini beberapa hal yang harus anda siapkan:

  1. Siapkan diri, karena perjalanan Anda baru saja dimulai (he he he… kayak cerita silat aja). Tentu, karena seperti yang kita bahas di atas, si Pangeran (atau Sang Putri dalam dongeng versi baru) kebanyakan keluar malam… Juga kalau Anda tertantang menemukan jenis katak atau kodok yang lebih “exotique”, Anda harus rela pergi ke tempat-tempat yang belum pernah atau jarang diganggu oleh manusia…
  2. Latih kelihaian tangan Anda untuk dapat menangkap katak atau kodok yang berkulit licin ini. Di antara semua kelas yang terdapat dalam subfilum Vertebrata, kelas ini termasuk yang paling mudah ditangkap: Pake tangan kosong. Saya ulangi: Pake tangan kosong!!!

Supaya mudah ditangkap, biasanya kalau katak atau kodok ini ditemukan, mata mereka disoroti pake senter atau headlamp dengan maksud supaya mereka “terpana dan terpaku”. Dengan pake tangan kosong, jangan merasa jijik (INGAT LHO, yang ditangkap tu jelmaan Pangeran atau Putri!!) segera tangkap mereka, usahakan pada bagian pinggangnya (INGAT SEKALI LAGI, jelmaan Pangeran/Putri). Jangan ragu, sekali tangkap dengan gerakan tangan yang cepat. Ingat pengalaman waktu kita kursus Ninja di Konohakagure dulu……

  1. Tak kenal maka tak sayang. Kalau Anda memang berminat dengan kelompok hewan ini, mulailah pelajari mereka, siapa mereka, siapa nenek moyangnya (gak ding, ntar dikira belajar sejarah kodok), di mana habitatnya dan sebagainya. Dengan lebih mengenal mereka, kita bisa lebih tahu, lebih tahu berarti lebih sayang dan lebih sayang berarti Anda sudah bersiap masuk ke fase berikutnya: siap melestarikan mereka melalui penelitian dan tindak konservasi terhadap kelompok mereka….

Ada yang tertarik………????

Mr. M


Aksi

Information

4 responses

8 11 2010
M. Nazri Janra

Kalau baca-baca lagi tulisan saya, termasuk yang satu ini, jadi ngakak sendiri.. Ha ha ha…
Bagus ternyata blog kita ini… Trims banyak-banyak buat Heru yang sudah mewujudkan blog ini.. Juga pada seksi Repot nya: Aadrean, Mas Dodon, Rijal, Vina, Deo…
Bravo..

16 01 2013
Tri Zulistiana

ASSALAMUALAIKUM..
artikelnya keren-keren, di sajikan secara menarik dengan bahasa yang tidak rumit (untuk mahasiswa/i amatiran seperti saya)…
waaahh… sumber informasi yang mesti terus di kembangkan..
sayang kalau cuma sampe 5 edisi (bapak, ibu, uda,uni admin)😦
ditunggu postingan terbarunyaaaa (bapak,ibu, uda,uni admin)🙂

19 02 2013
zozounand

Wa’alaikumussalam,
ZoZo hidup karena adanya tulisan. Oleh karena itu. Diharapkan juga Tri Zulistiana dan kawan-kawan juga bisa mengisi ZoZo.🙂
Ditunggu tulisannya.

14 05 2013
Misty

I truly take pleasure in basically reading your entire
weblogs. Simply desired to notify you which you have folks like me
that enjoy your projects. Undoubtedly a fantastic submit.
Hats off to you! The information that you have provided is very useful.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: